Suaranews - Negara Teluk tidak akan mendukung Salafi di Mesir, seorang pangeran Saudi dari Raja Arab Saudi Abdullah mengatakan pada hari Minggu.
"Jika mereka menerima uang dari Arab Saudi, itu hanya ditujukan kepada Salafi Saudi, bukan dari pemerintahan Saudi," kata Pangeran Talal bin Abdul Aziz, ayah dari miliarder al-Waleed bin Talal, dan ketua Program Teluk Arab untuk Pembangunan organisasi PBB (AGFUND).
pada pertemua Dewan Arab untuk rencanan pembangunan di Kairo pada hari minggu, ia menambahkan bahwa "Arab Saudi sendiri tidak terlepas dari gangguan Salafi, yang saat ini menganggu seluruh dunia."
"Saya mendukung Salafisme moderat, yang menyerukan reformasi dan bukan menjadi ekstremisme," tambahnya. "Islam merupakan sebuah segmen penting dari masyarakat Arab."
"Saya pikir di Tunisia akan lebih baik daripada di Mesir," katanya menghubungkan kemajuan Mesir tertinggal 40 persen untuk tingkat kemiskinan negara tersebut, yang menjadi permasalahan pada rezim Mubarak.
"Mubarak adalah seorang pemimpin yang korup," tambahnya.
Dia menyerukan untuk mendukung angkatan bersenjata Mesir.
Abdel Aziz juga mengatakan ia tidak mengerti mengapa negara Teluk tidak mau membantu Mesir secara Finansial.
Kairo telah menerima tawaran bantuan sebesar lebihd ari $ 10 Miliar dari Qatas, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, tetapi sampai sekarang bantuan tersebut belum dikirim ke Mesir.
Mengenai apakah "Musim Semi Arab" akan mencapai Arab Saudi, Abdul Aziz mengatakan bahwa Saudi mencintai Raja mereka.
"Dia membuat bayak reformasi dan tidak memikirkan pergantian kepemimpinan," katanya. "Tapi jika perubahan kepemimpinan itu berasalan dari cucu raja, saya menerimanya."
Ketika ditanya tentang penggulingan Presiden Tunisia Ben Ali, ia mengatakan bahwa ia menentang atas pemberian perlindungan Presiden Tunisia dari Arab Saudi, "tapi saya tidak berpikir mereka akan mengekstradisi dia," katanya.(amy/suaranews)