Friends

Share Cinta Bersemi Dikala Aksi, Inilah Yang Terjadi di Lapangan Tahrir Mesir! Pernikahan Aktivis Dalam Aksi Demonstrasi

image Suaranews - Perubahan tak dapat menunggu. Jangan lewatkan waktu, demikian yang diungkapkan grup Disko R&B asal kota Bologna, Change, di antara sebuah lagu klasik bertitel Don’t Wait Until Night. Hal itu disadari betul oleh Ahmad Zaafan (29 tahun), masyarakat Kairo, Mesir.

Lelaki ini menyatakan khawatir mengenai kondisi negaranya. Sepanjang lahir ke muka bumi hingga sekarang ini menjadi seorang psikolog, tidak lebih dari sosok Husni Mubarak-lah yang menjadi afiliasi Zafaan mengenai kekuasaan. Ketika Negara lain merasakan transisi demokrasi, Zaafan cuma dapat mendengarkan sumpah jabatan Mubarak setiap lima tahun sekali.

Beserta segala keadaan tersebut, Zaafan tak dapat menunggu lagi. Gelora perubahan sangat kuat buat ia bendung. Alhasil, ruang perawatan dia tinggalkan demi mendatangi barak kesehatan sukarela di tengah Lapangan Tahrir, Kairo.

Ia bergabung beserta massa anti-Mubarak di bawah bendera LSM Kreasi Masa Depan yang didirikan oleh salah satu penceramah top Mesir, Dr Amr Khaled, serta larut beserta jutaan manusia yang menggugat terjadinya perubahan di negeri mereka. Di tengah gelora demi merubah status pemerintah, Zafaan menyembunyikan hasrat demi melakukan perubahan status pribadi. Seorang wanita yang bernama Ola Abdel Hamid (22 tahun) menjadi alasan utama. Benih-benih cinta akan Ola berkembang di hati Zaafan, di tengah gelora kebencian terhadap Mubarak.

Gayung pun bersambut, Ola menerima cinta Zaafan. Ola yang merupakan sarjana ilmu komputer adalah sesama aktivis di LSM Kreasi Masa Depan. Namun, waktu terus berputar bagi Zafaan dan Ola. Mereka tahu segala sesuatu bisa terjadi dalam hitungan hari di Tahrir.

Bila tuntutan perubahan politik masih bisa menunggu waktu, cinta mereka tak sebegitu sabarnya. Mereka menikah di tengah Lapangan Tahrir, pusat kekuatan utama para demonstran anti-Mubarak yang masih diisolasi pasukan keamanan Mesir.

Keduanya tidak peduli dengan tank dan tentara yang mengepung Tahrir. ''Saya sangat senang dengan ide menikah di lapangan suci ini dengan disaksikan oleh para pembangkit negara kami,'' kata Ola dalam tayangan CBS News, Senin (7/2).

Dengan setelan jas dan celana hitam, Zafaan melangkah gagah menembus kerumunan. Di genggaman tangannya ada Ola yang memakai gaun pengantin putih dengan penutup kepala. Keduanya melangkah bersama tepukan massa. Bunga-bunga disebarkan ke seluruh pengunjuk rasa usai seorang ulama meresmikan ikatan keduanya.

Seorang aktivis demonstran berujar,''Pasangan ini telah memilih untuk menikah di depan jutaan warga Mesir yang sedang berjuang untuk kebebasan. Semoga Tuhan memberkati pernikahan kalian,''

Tahrir yang sempat menjadi tempat pertumpahan darah dan emosi antara massa demonstran pro perubahan dengan massa pro Mubarak untuk sementara berubah jadi arena suka cita. Karena, pesta yang sesungguhnya yaitu transisi demokrasi belum terlaksana.

Zaafan dan Ola memiliki alasan khusus menjadikan Tahrir sebagai tempat mengabadikan hubungan cinta mereka. Menurut Ola, Tahrir adalah tempat yang selalu menghadirkan kesenangan bagi bangsanya. Perayaan kemerdekaan hingga proses kejatuhan pemerintah berawal dari teriakan massa di Tahrir yang namanya dalam bahasa Arab berarti pembebasan.

Pembebasan dari Rezim Mubarak ini pula yang diinginkan kedua sejoli. ''Kalau kami mengadakan acara di gedung, akan menjadi hal yang sia-sia. Undangan yang datang akan terbatas karena kondisi kemanan. Lebih baik kami merayakan di sini (Lapangan Tahrir) bersama ratusan ribu massa,''

Sebuah foto pun menjadi pengabadi momen sejarah Zaafan dan Ola. Foto pernikahan unik yang jarang dimiliki pasangan di belahan dunia mana pun. Foto di mana kedua mempelai berdiri di depan kendaraan lapis baja. Gambar yang akan jadi abadi di rumah cinta Zaafan dan Ola.

Namun, pernikahan itu kurang lengkap karena sanak keluarga kedua mempelai tak bisa hadir. Kondisi keamanan masih kurang kondusif serta adanya blokade pasukan keamanan Mesir terhadap para demonstran di Tahrir membuat hal itu sulit terlaksana.

''Yang disesalkan adalah tidak hadirnya orang tua karena kondisi yang memang tidak memungkinkan. Walau begitu 300 ribu masyarakat Mesir dan juga masyarakat Timur Tengah menjadi saksi dari penikahan kami,'' ujar Zaafan bangga.(republika/suaranews)

Jika anda menyukai berita "Cinta Bersemi Dikala Aksi, Inilah Yang Terjadi di Lapangan Tahrir Mesir! Pernikahan Aktivis Dalam Aksi Demonstrasi" silahkan dikirimkan kepada teman-teman anda melalui beberapa situs jejaring dibawah ini

Posted by: Suaranews Admin on 12:38. Filed under , . Anda Bisa mengikuti berita melalui feed ataupun berkomentar dengan cepat RSS 2.0

0 komentar for Cinta Bersemi Dikala Aksi, Inilah Yang Terjadi di Lapangan Tahrir Mesir! Pernikahan Aktivis Dalam Aksi Demonstrasi

Leave comment

Recent Entries

BERITA TOP

selintas