Share
Terkuak, Kerusuhan Temanggung Juga Atas Provokasi Polisi Yang Beringas Bahkan Memaki Umat Islam Dengan Perkataan Keji
Suaranews - Bentrokan Temanggung pada Selasa (8/2/2011) silam terbukti dipanaskan dari keberingasan oknum aparat polisi serta cacian kata-kata kotor yang dilayangkan untuk massa umat Islam. Umat Islam menggugat Kapolri buat mencopot Kapolda Jateng serta Kapolres Temanggung.
Hal tersebut dikatakan oleh Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Temanggung di antara “Buku Putih mengenai Kerusuhan di Temanggung” yang dikeluarkan Rabu, (9/2/1011).
Di antara kronologis yang dibeberkan dalam buku putih itu FUIB menerangkan sebenarnya bentrokan dalam persidangan penodaan agama beserta tersangka Pendeta Antonius Richmon Bawengan tersebut berasal melalui provokasi sekelompok orang yang memecah kaca di Pengadilan Negeri Temanggung. Aksi ini menjadikan situasi persidangan ricuh. Aksi pecah kaca juga setelah itu berlanjut, dilakukan oleh orang-orang yang tak diketahui, diiringi pembakaran ban di tiga titik di lingkungan Pengadilan. Sikap ini, berdasarkan FUIB sangat janggal sehingga aparat layak dicurigai.
“Tak diketahui asal mana ban tersebut masuk. Sedangkan, sebelum masuk halaman pintu gerbang timur Pengadilan (cuma satu pintu gerbang yang dibuka), tiap pengunjung telah diperiksa secara saksama dari petugas memakai metal detector,” terang Taufan Sugianto SPd, Sekretaris FUIB Temanggung.
Kericuhan sidang semakin meningkat, lantaran para tokoh masyarakat yang terdiri dari para ustadz serta kyai yang tengah memperhatikan jalannya sidang, dilempari gas air mata yang diikuti oleh suara tembakan. Menurut saksi mata, tidak ada tembakan peringatan terlebih dahulu.
Kericuhan massa semakin menjadi-jadi ketika putra pengasuh pondok Al-Munawwar Kertosari diisukan tewas terkena tembakan aparat. Sementara itu, keberingasan polisi pun meningkat, sehingga para pengunjung sidang dikejar-kejar. Dalam pengejaran itu, beberapa polisi juga merusak puluhan sepeda motor pengunjung yang diparkir di seberang jalan Pengadilan Negeri.
Untuk menghindari keberingasan polisi, sebagian pengurus FUIB berlindung masuk ke Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAY) dan menutup gerbang panti PAY untuk mengantisipasi masuknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Namun polisi masih tetap mengejar mereka. Di depan pintu gerbang Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah, polisi mengeluarkan cacian kata-kata kotor: “Neng kene celeng, asu, PKI kabeh. Pateni wae!” (bahasa Jawa, artinya: orang-orang di sini babi, anjing dan PKI semua. Bunuh saja!” Lalu polisi melemparkan gas air mata tiga kali ke halaman PAY.
Tak berselang lama, para tokoh masyarakat bernegoisasi agar pemilik sepeda motor diizinkan mengambil motor yang telah dirusak polisi itu. Akhirnya polisi memperbolehkan mereka mengambil motornya, namun mereka terlebih dahulu dipukuli dan diambil gambar motor dan pemiliknya.
Ironinya, polisi melakukan pemukulan sembari bertakbir dengan gaya yang melecehkan sembari berteriak: “Polisi juga Islam!” Mereka meneriakkan takbir dengan cengengesan sambil memukuli massa yang kelihatan berjenggot.
Buntut dari keberingasan aparat itu, 9 orang warga menjadi korban dan dilarikan di Rumah Sakit. Empat orang di antaranya yang masih dalam perawatan adalah: Sholahuddin (40), putra pengasuh Ponpes Al-Munawar Temanggung yang menderita luka tembak di kepala; Roy Hanif (15) yang menderita luka tembak di kepala dan pelipis kiri, serta patah tulang bahu; Suparman (28) yang menderita luka 3 cm di daerah mata sebelah kiri; Madyo (48) yang menderita luka patah tulang di kaki sebelah kanan dan harus dioperasi akibat dilempar batu dari jarak dekat oleh personil Brimob. Semua korban tersebut berobat atas biaya sendiri.
Menyikapi keberingasan dan arogansi aparat tersebut, FUIB mendesak kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Temanggung.
“Copot Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Temanggung karena tidak bisa mengantisipasi kerusuhan. Mereka tidak bisa melakukan pembinaan anggotanya sehingga Polri yang seharusnya bisa mencegah terjadinya kerusuhan, tetapi justru menjadi salah satu penyebab utama massa menjadi beringas dan tidak terkendali,” desak Taufan, Sekretaris FUIB dalam pernyataan resminya. [taz/suaranews]
Jika anda menyukai berita "Terkuak, Kerusuhan Temanggung Juga Atas Provokasi Polisi Yang Beringas Bahkan Memaki Umat Islam Dengan Perkataan Keji" silahkan dikirimkan kepada teman-teman anda melalui beberapa situs jejaring dibawah ini
