• Stay Connected
  • /

Sebarkan jika bermanfaat:


Siap-siap, Buang Sampah di Sungai Kena Sanksi Hukum

Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta akan memberlakukan sanksi bagi para pembuang sampah di aliran sungai. Peraturan itu diberlakukan agar sungai atau kali di Jakarta bebas dari sampah.

Sanksi akan diberikan dari yang teringan semacam teguran simpatik, hingga hukuman kurungan dan denda. Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Lingkungan dan Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 1988 tentang Kebersihan Lingkungan Dalam Wilayah DKI Jakarta serta Perda No. 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Pembuang sampah ke sungai akan dikenakan sanksi pidana 10 hingga 60 hari kurungan atau denda dari Rp 100 ribu hingga Rp 20 juta.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Peni Susanti, mengatakan sudah saatnya Pemprov DKI melakukan tindakan tegas bagi warganya yang membuang sampah sembarangan ke sungai atau di bantaran sungai. Dengan begitu, dapat menimbulkan budaya hidup baru dalam kehidupan warga Jakarta, yaitu tidak membuang sampah ke sungai.

“Sudah saatnya kita lakukan tindakan tegas, termasuk penegakan hukum bagi warga yang membuang sampah di sungai. Kita harus selamatkan sungai sehingga dapat terus mengalir dengan baik, dan tidak menyebabkan luapan banjir,” kata Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Peni Susanti, seperti dikutip INILAH.COM dari beritajakarta.com, Minggu (15/5/2011).

Selama ini, lanjutnya, BPLHD DKI terus berupaya menjaga kebersihan sungai-sungai yang berada di ibukota dari sampah, yang tidak merusak estetika lingkungan, juga merusak kualitas air sungai. Salah satu program yang telah dilakukan yaitu Program Kali Bersih (Prokasih) melalui aksi Ciliwung Bersih Tanpa Sampah. Aksi ini ditargetkan dapat berhasil membersihkan kali Ciliwung dari sampah pada 2012 mendatang.

Selain itu, paparnya, Prokasih juga dilakukan dengan kegiatan pengendalian kerusakan lingkunan, penataan ruang, penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, penegakan hukum dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan bagi komunitas masyarakat pinggir kali melalui program Stop Nyampah di Kali yang telah diselenggarakan pada 2009. Hingga kini, kegiatan tersebut telah berhasil menutup sekitar 10 dari 108 titik sampah illegal di sepanjang Sungai Ciliwung.

“Program ini berhasil atas kerja sama lurah, walikota, camat, masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.

Karena masih ada sekitar 98 titik sampah illegal yang belum ditutup di sepanjang Sungai Ciliwung yang melewati 76 kelurahan dan 20 kecamatan di DKI Jakarta, maka BPLHD DKI masih harus terus melanjutkan edukasi para komunitas peduli sungai dan masyarakat di bantaran sungai. Untuk itulah diadakan Lokakarya "Sungaiku Halaman Depan Rumahku".

Berdasarkan pemantauan BPLHD DKI terhadap status mutu air sungai di 45 titik pantau di 13 daerah aliran sungai (DAS) pada 2010 tercatat semua dalam kondisi tercemar sedang sampai berat. Hasil pemantauan secara rinci yaitu nol persen dalam kondisi baik, sembilan persen dalam kondisi tercemar ringan, sembilan persen dalam kondisi tercemar sedang, dan 83 persen dalam kondisi tercemar berat. Sedangkan hasil pemantauan BPLHD pada 66 titik di 13 sungai pada 2009 mencatat nol persen dalam kondisi baik, tujuh persen dalam kondisi tercemar ringan, 10 persen tercemar sedang dan 83 persen dalam kondisi tercemar sedang.[iaf/brj]



Artikel Dan Berita Lainnya:



"Siap-siap, Buang Sampah di Sungai Kena Sanksi Hukum"

Twit This!
Siap-siap, Buang Sampah di Sungai Kena Sanksi Hukum Siap-siap, Buang Sampah di Sungai Kena Sanksi Hukum dengan url http://www.suaranews.com/2011/05/siap-siap-buang-sampah-di-sungai-kena.html, Anda diperkenankan untuk menyebarkan jika Siap-siap, Buang Sampah di Sungai Kena Sanksi Hukum ini bermanfaat bagi semua teman-teman, jangan lupa untuk meletakkan link Siap-siap, Buang Sampah di Sungai Kena Sanksi Hukum sebagai sumbernya.

Posted by: Suaranews Admin on 05:33. Filed under . Anda Bisa mengikuti berita melalui feed ataupun berkomentar dengan cepat RSS 2.0

1 comment:

  1. untuk tidak terjadi pelanggaran membuang sampah ke dalam sumai,untuk sungainya kembali seperti dulu,bersih dari sampah dsb.saran saya dibuatkan tungku Pemusnah Sampah(buka Teknologi Pemusnah Sampah)asal mojokerto tanpa bahan bakar apapun,dapat memusnahkan segala macam/bentuk sampah kondisi basah busuk skalipun.Saya penemu cara ini tidak memproduksi,tidak menjual sekedar membantu membuatkan seperti kebanyakan yg.sudah saya bantu(30 unit tersebar di bbrp.tempat/kota)yg.sebelumnya telah terganggu sekali dengan kehadiran sampah-2 yg.kotor,berbau,busuk dan sangat menjijikkan,setelah saya bantu,sekarang hingga ke depan tidak pernah ada persoalan dengan sampah,karena semuanya teratasi.Yg.ada minat hub.saya,siap membantu demi mengatasi sampah dan lingkungan bersih.

    ReplyDelete

alt/text gambar >

Recent Entries

BERITA TOP

selintas