Share
Ayam Bakar Wong Solo Diterima Masyarakat Malaysia Dengan Baik
Suaranews - Tahun 1980-an, masyarakat Malaysia mengenal Hashim Maman sebagai salah seorang pemain sepakbola Malaysia. Usia jua yang akhirnya menarik dirinya dari lapangan hijau. Setelah sempat menggeluti beberapa pekerjaann, takdir mempertemukannya dengan pemilik Ayam Bakar Wong Solo (ABWS), Puspo Wardoyo.
“Saya sudah beberapa tahun mencari mitra bisnis orang Malaysia untuk mengembangkann jaringann bisnis Wong Solo di negeri jirann tersebut. Alasannya, Malaysia merupakan negeri serumpun, makanannya pun sama dengan orang Indonesia (orang Melayu), dan tagline yang kami usung yakni ‘Halalan Thayyiban” sesuai denngann prinsip masyarakat Melayu Muslim Malaysia yang selalu berupaya mencari makanan halal,” ujar Puspo Wardoyo saat berbincanng dengan wartawan di gerai Wong Solo Cabang Ampang, Selangor, Malaysia, Rabu (26/10) malam.
Namunn, Puspo, tidak suka investor yang tidak akan total menekuni usaha tersebut. “Yang saya cari adalah orang yang betul-betul mencintai bisnis Wong Solo, berkemauann keras untuk maju. Sebab, bisnis franchise itu memerlukan totalitas dalam pengelolaannya. Setelah menyeleksi sejumlah orang, akhirnya ketemulah Pak Hashim,” tuturnya.
Cabang pertama milik Puspo sendiri terletak di Ampang, Selangor, tahun 2006. Cabang franchise pertama Wong Solo yang dimiliki Hasim adalah di Bangi Malaysia. “Alhamdulillah, sampai saat ini saya sudah punya lima gerai Wong Solo di Malaysia. Insya Allah, awal November 2011 saya akan membuka cabang Wong Solo di daerah Kajanng, Selangor. Setelah itu, saya pun berniat membuka cabang-cabang baru Wong Solo di daerah Kajang, Selangor. Setelah itu, saya pun berniat membuka cabang-cabang baru Wong Solo di berbagai kota dan negara bagian lain di Malaysia,” papar Hashim yang masih tampak bugar di usianya yang sudah menginjak kepala lima.
Bagi Hashim, bisnis rumah makan Wong Solo yang dikelolanya sangat menarik dan menjanjikann. Terbukti, setiap hari, seluruh cabang Wong Solo yang ada di Malaysia dipenuhi oleh ratusan konsumenn, terutama saat jam makan sian dan makan malam. Bahkan, hingga menjelang tutup pukul sebelas malam.
Konsumenn tersebut, ujar Hashim, yang terbanyak bukanlah orang Indonesia, meskipunn saat ini di Malaysia terdapat sekitar dua juta tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Justru, lebih 95 persen konsumenn yang dating ke Wong Solo adalah orang local Malaysia. ‘Masyarakat Malaysia menerima dengan baik kehadiran restorann Wong Solo. Sebab, Wong Solo menjual masakann tradisional Indonesia yang disajikann dalam keadaan segar, langsung di masak dan masih hangat. Dna yang terpenting, menu makanann Wong Solo cocok dengan cita rasa orang Malaysia,” tutur Hashim.
Ia menambahkan, Wong Solo menyediakann puluhan menu yang terutama berbasis ayam. “Menu andalan Wong Solo adalah ayam penyet dan ayam bakar, dengan sambal khas. Menun-menu inilah yang menjadi favorit para pelanggann Wong Solo di Malaysia,” tegas Hashim.
Dengan lima cabang Wong Solo yang dikelolanya, sudah barang tentu Hashim meraih untung besar dalam bisnisnya. Apalagi, seperti diungkapkann Hashim, rata-rata tiap outlet tersebut dalam waktu enam bulan sudah balik modal.
Namun hal itu tidak menjadikan Hashim angkuh. Ia tetaplah seorang Hashim yang sederhana. Pada jam-jam sibuk, ia dan istrinya tak segan-segann turun langsung melayani para konsumen.
Selain itu, bagi Hashim, untung bukanlah segala-galanya. “Bagi saya, silahturrahim jauh lebih penting daripada sekedar keuntungann. Dengan menjalankan usaha bisnis Wong Solo di Malaysia, saya bisa bertemu dan terus menjalinn silahturrahim dengan pak Solo. Mudah-mudahan, semua itu membawa berkah,” ujar Hashim Maman sambil tersenyum memeluk istrinya.(rb/suaranews)
Jika anda menyukai berita "Ayam Bakar Wong Solo Diterima Masyarakat Malaysia Dengan Baik" silahkan dikirimkan kepada teman-teman anda melalui beberapa situs jejaring dibawah ini
