Share
Partai Islam Moderat Tunisia An-Nahda Peroleh 89 Kursi
Suaranews - Partai Islam moderat an-Nahda mendulang kemenangan hingga 89 kursi dari pemilu yang diselenggarakan pada 23 Oktober lalu. Demikian pengumuman resmi komisi pemilihan umum Tunisia. Terdapat 217 kursi di dewan perwakilan yang akan merumuskan konstitusi baru, selepas pemerintahan Zine el-Abidine Ben Ali, yang memangku jabatan di negeri tersebut selama 23 tahun.
Congress for the Republic (CPR), kelompok berhaluan kiri, menempati posisi kedua dengan 29 kursi sedangkan Popular Petition 26 kursi. Kelompok kiri lainnya, Et-takatol mempunyai 20 kursi dan Progresive Democrativ Pemilihan Umum Kamel Jendoubi mengatakan, sebanyak 7,6 juta pemilih terdaftar berpartisipasi dalam pemilu itu.
Kursi tersisa tersebar ke partai-partai kecil, termasuk partai komunis dan para kandidat independen. "Dewan akan bertemu untuk pertama kalinya pada 22 November mendatang," demikian pernyataan komisi pemilu. Selain merancang konstitusi, dewan juga membentuk pemerintahan sementara.
An-Nahda sudah mengajukan sekjennya Hamadi Jembali untuk menduduki posisi perdana menteri. Partai inipun sedang melakukan nnpembahasan dengan mitra koalisinya yaitu CPR dan Ettakatol untuk menentukan siapa yang layak menjadi kepala negara dan ketua dewan. "Pemerintahan baru tak akan lama lagi diumumkan," kata Samir Dilou, salah satu pimpinan an-Nahda.
Menurut dia, ada kesepakatan koalisi bahwa Menteri Pertahanan Abdelkarim Zebidi tetap pada posisinya. Dia menjabat tak lama setelah terjadi revolusi di Tunisia. Pertimbangannya, dia mampu memelihara keamanan selama terjadi perubahan politik. Pekan-pekan ini, kata Samir Ben Amor dari CPR, pemerintahan akan tersusun.
Soal presiden, Dilou menyatakan, ada beberapa nama yang menjadi alternatif yaitu Moncef Marzouki, ketua CPR, atau Mustafa Ben Jaafar, ketua Ettakatol.
Sebelumnya, pemimpin an-Nahda, Rachid Ghannouchi, meyakinkan kelompok sekuler bahwa partai Islam ini tak akan memaksakan aturan Islam dalam kehidupan warga Tunisia.
Hak perempuan akan dihormati dan wisatawan asing yang berwisata di Mediterania tetap diizinkan mengenakan bikini serta mengonsumsi minuman keras. "Kita tidak melarang itu semua, semua ada masanya sendiri. Ketika seorang sadar terhadap Islam maka bukan an-Nahda yang menginginkan aturan Islam, tetapi masyarakat Tunisia-lah" jelasnya.
Secara umum, pemilu di Tunisa berjalan damai meski ada terjadi sedikit kericuhan di Sidi Bouzid setelah diketahui an-Nahda memperoleh banyak dukungan.(rb/suaranews)
Jika anda menyukai berita "Partai Islam Moderat Tunisia An-Nahda Peroleh 89 Kursi" silahkan dikirimkan kepada teman-teman anda melalui beberapa situs jejaring dibawah ini

