Share
Peningkatan Kekerasan Anti Muslim Amerika Menurut Dari Laporan FBI
Suaranews - Kejahatan dan kebencian yang dialamatkan kepada umat Islam di Amerika meningkat tajam 50% di tahun lalu, apalagi saat 2009 dalam setahun peningkatan kekerasann dan kebencian terhadap umat Islam sangat meningkat cepat, apalagi dengan berbagai demonstrasi dari aktivis dan politisi untuk menentang Masjid "Ground Zero" yang berada di kota New York, beberapa meter dari Gedung WTC.
Walaupun statistik nasional yang disusun oleh FBI setiap tahun dilaporkan semakin sedikit tingkat kejahatan dan kebencian terhadap umat Islam. FBI mensinyalir ada beberapa kejahatan anti Islam yang tidak dilaporkan oleh para korban dengan beberapa kecenderungan takut melapor.
Statistik terbaru seperti yang dilaporkan media pada kamis ini (16/11) menunjukkan lompatan signifikan dari 107 kasus kejahatan anti Islam pada tahun 2009, pada tahun 2010 malah menjadi 160 kasus.
Tampaknya hal ini mencerminkan peningkatan sentimen anti Islam dari kelompok pembenci Islam seperti "Stop Islamization of America". Banyak dari sentimen anti islam yang ditujukan untuk menghentikan sebuah pusat pendidikan Islam di Manhattan.
Pada saat yang sama, statistik terbaru FBI menunjukkan kenaikan hampir 11% dalam anti-latin yaitu kejahatan dan kebencian yang ditujukan kepada para imigran. Sentimen anti latin ini sampai disahkan oleh negara bagian Arizona dalam sebuah undang-undang yang keras untuk menghukum para imigran di tahun 2010.
Tetapi anti Islam yang paling mendominasi tinggi dalam beberapa kasus kejahatan dan kebencian kepada umat Islam, bahkan ini terjadi ketika organisasi Pengawasin yang dibentuk oleh sebuah pusat hukum legal bernama Southern Poverty Law Center, melaporkan peningkatan sentimen anti Islam pada tahun 2010 semakin menjadi-jadi, beberapa maasjid yang berada di Amerika diserang oleh sekelompok orang, bahkan ada beberapa masjid yang dibakar.
Hal ini mungkin tidak bisa dibuktikan dengan lengkap dari kebencian dan kekerasan serta tindakan kriminal yang dialamatkan kepada umat Islam. Tetapi ini merupakan bukti yang bersifat "hal yang biasa" dalam menunjukkan kebencian anti islam. Apalagi pasca serangan 9/11, kebencian dan kekerasan sentimen anti Islam meroket menjadi 1.600% kasus.
Peningkatan kejahatan serta kebencian sentimen anti Islam juga dialami oleh umat islam di Inggris, di mana tempat ibadah umat Islam diserang seracara terorganisir dan umat Muslim inggris banyak yang menyerukan upaya lebih kuat untuk memerangi tingkat kejahatan dan kebencian terhadap umat Islam yang minoritas di Inggris.
"Serangan Islamofobia, pada orang Islam dan beberapa masjid yang dilakukan didaerah minoritas memang kecil, tetapi jumlah insidennya yang meningkat" ungkap Murad Farooq, sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris (MCB) dalam sebuah pidato di rapat umum tahunan yang berada di Birmingham, dikutip dari The Independent.
Data polisi menunjukkan bahwa tahun 2010 terdapat kasus 1.200 serangan anti muslim di Inggris. Serangan itu termasuk dilancarkan di Masjid, di mimbar Imam pada staf masjid, termasuk beberapa bom molotov dan batu-batu dilemparkan di rumah atau masjid, kepala babi juga pernah ditempatkan tepat pintu masuk menara masjid, dan bebarapa ucapan vandalisme serta pesan-pesan kejam yang dialamatkan kepada umat Islam.
"Kita berharap bahwa tercipta rasa aman dalam beribadah, apalagi ketika umat Islam sedang berjalan, tetapi seringkali hal-hal yang berbahaya dijumpai oleh umat Islam untuk membuat pesan kebencian dan kejahatan sentimen Islam, Kita ini dinegeri yang sama dan mempunyai bahasa yang sama, maka kita memohon aparat kepolisian untuk bertindak tegas," kata Pemimpin Dewan Islam.
Pengamat mencatat bahwa kebencian anti muslim telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhi, "Anti Muslim yang sangat fanatik merupakan sebuah kenyataan," ucap Ghaffar Hussain dari sebuah organisasi counter-extremism think-tank Quilliam.
Dia mengatakan bahwa hampir 40 sampai 60 persen dari masjid, pusat Islam dan organisasi Islam telah menderita sejak serangan 9/11. "Ada sebagian dari masyarakat kita yang sangat mencurigai umat Islam, bahkan umat Islam hanya untuk membangun masjid saja terancam oleh sentimen Islamisasi di Eropa."
Pengamat itu juga mengatakan, bahwa kurangnya kemauan politik atas kegagalan dalam menentukan sikap untuk melindungi umat Islam memicu berbagai serangan anti muslim. "Ketika saya masih bekerja di kepolisian, beberapa hal penting dalam kejadian datang setelah peristiwa 9/11 dan 7/7," kata Dr Robert Lamber, Co-Direktur Pusat Penelitian Muslim Eropa dan juga peneliti di Lembaga Studi Arab dan Islam, Universitas Exeter.
Sebuah jejak pendapat dari Financial Times, menunjukkan bahwa Inggris adalah negara yang paling mencurigakan tentang Islam. Sebuah jejak pendapat dari Evening Standar menemukan bahwa bagian besar dari penduduk London mempunyai berbagai opini negatif mengenai Islam.(io/suaranews)
Jika anda menyukai berita "Peningkatan Kekerasan Anti Muslim Amerika Menurut Dari Laporan FBI" silahkan dikirimkan kepada teman-teman anda melalui beberapa situs jejaring dibawah ini

