Share
Jasa Kiai NU Tak Akan Pernah Terlupakan!
Suaranews - Peran ulama serta kiai Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperoleh kemer dekaan Republik Indonesia sungguh amat besar. Sayangnya, berdasarkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, peran serta jasa para ulama dan kiai tersebut tidak ditulis dalam sejarah resmi Indonesia.
“Entah tak mengetahui atau memang diniatkan tak mau tahu sehingga sejarah panjang yang dijalankan warga NU dilupakan demikian saja,” kata Kiai Said Aqil sesuai dikutip kantor berita Antara, Ahad (20/11). PBNU memohon supaya pemerintah mengevaluasi penulisan serta memasukkan perjuangan NU di antara sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia.
Keluarga besar NU dari Jawa Timur menggelar Kirab Resolusi Jihad. Berdasarkan Koordinator Nasional Kirab Resolusi Jihad, Imam Nahrowi, menyampaikan, Resolusi Jihad yang mengandung mengenai nilai sejarah perjuangan para ulama serta santri di antara menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia akan diupayakan masuk dalam kurikulum pendidikan.
“Dalam waktu dekat, Badan Otonom NU akan menghadap Presiden dan menteri ter kait guna menyampaikan usul an agar sejarah resolusi jihad dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, terutama di Lembaga Pendidikan Ma’arif harus menjadi kurikulum pendidikan resmi,” ungkapnya pada pelepasan rombongan kirab Resolusi Jihad dari Alun-alun Kudus, Jawa Timur, Senin (21/11).
Pihaknya berharap, pemerintah menerima usulan tersebut sehingga para pelajar juga mendapatkan pengetahuan tentang sejarah resolusi jihad dalam mata pelajaran sejarah resmi. Setidaknya, kata Imam, masyarakat tidak lagi dibodohi dengan informasi sejarah yang tidak benar.
Kirab Resolusi Jihad, papar Imam, dilakukan bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November 2011. Sedangkan pelaksanaan kirab dimulai pada 20 hingga 25 November 2011. Kirab itu akan dimulai dari Monumen Resolusi Jihad di Kantor PCNU Kota Surabaya menuju Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, dan Sema rang.
“Dari Semarang dilanjutkan ke Kendal, Batang, Indramayu, hingga Tugu Proklamasi Jakarta Pusat,” ujarnya. Kirab yang melintasi puluhan kota di Tanah Air itu mengusung bendera Merah Putih dan bendera NU. Setiap singgah di kota yang dilalui rombongan kirab, akan disambut dengan upacara serah terima bendera Merah Putih dan bendera NU.
Mustasyar PBNU, KH Sya'roni Ahmadi, mengapresiasi digelorakannya kembali resolusi jihad. Menurut dia, hal itu mengingatkan kembali perjuangan para ulama yang ikut mempertahankan NKRI dari tangan penjajah.
Resolusi jihad dicetuskan para ulama pada 22 Oktober 1945. Resolusi inilah yang memicu perlawanan sengit rakyat Surabaya pada pertempuran selama tiga hari di Kota Pahlawan tersebut, papar Kiai Sya'roni. Menurut dia, resolusi jihad saat ini bertujuan untuk memberantas kemiskinan, keterbelakangan, dan korupsi.(an/rb/suaranews)
Jika anda menyukai berita "Jasa Kiai NU Tak Akan Pernah Terlupakan!" silahkan dikirimkan kepada teman-teman anda melalui beberapa situs jejaring dibawah ini

Nice info... I also share this similar info. Please have a visit. Thanks