Friends

Share PM Gaza, Ismail Haniyah Memenuhi Undangan Presiden Sudan, Omar al-Bashir di Khartoum

pertemuan pemimpin Hamas dan presiden Sudan Suaranews - PM Ismail Haniyah mengadakan pembicaraan penting dengan Presiden Sudan Omar al-Bashir pada Tur Kamis kemarin (29/12). Kunjungan regional resmi pertama sejak tahun 2007, ketika perebutan antara Hamas dan Fatah di Gaza.

PM Ismail Haniyyah yang tiba di Khartoum selasa, langsung bergabung dengan pertemuan tingkat tnggi bersama pemimpin Hamas, yang pertama kali mereka bertemu bersama Presiden Sudan Omar al-Bashir, Sudan dan Hamas memiliki hubungan dekat dan sangat erat.

Kelompok Palestina telah lama mempertahankan basisnya di Sudan, dimana pengasingan Syaikh Khalid Meshaal pada mulanya sering mengunjungi Sudan.

Syaikh Khalid Meshaal bergabung satu jam berikutnya dengan dialog yang lama bersama Presiden Omar al-Bashir. Orang-orang yang mengikuti dialog tersebut adalah beberapa tokoh utama Hamas dan menteri luar negerinya.

"Dari negara-negara Arab dan negara-negara Islam lainnya, yang kita butuhkan adalah masalah finansial dan dukungan politik. Dan kami juga ingin memberi informasi mengenai Yerusalem, ibukota negara Palestina yang saat ini dicaplok oleh Zionis Israel," Kata PM Ismail Haniyah kepada wartawan setelah pertemuan berlangsung.

Mereka datang ke Khartoum guna untuk mengikuti al-Quds forum, sebuah pertemuan tahunan yang berfokus pada pembahasan mengenai Yerusalem, sektor Timur Palestina yang sampai saat ini masih diduduki oleh Zionis Israel selama perang Timur Tengah pada tahun 1967, yang akhirnya dicaplok tak lama kemduian oleh Zionis Israel.

Sekitar 200.000 warga Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur, menginginkan untuk dijadikannya Yerusalem sebagai Ibukota Negara Palestina dimasa depan.

Syaikh Khalid Meshaal mengatakan kepada wartawan bahwa delegasi pengarahan Presiden Omar al-Bashir berupaya untuk membangun rekonsiliasi dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). 

Sejak 2007 wilayah Palestina terpecah secara politis menjadi dua bagian. Fatah dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas yang memerintah sebagian besar Tepi Barat dan Hamas dengan Perdana Menteri yang memerintah Jalur Gaza.

pada bulan Mei, setelah bertahun-tahun persaingat sengit, kedua faksi sepakat menandatangani rekonsiliasi.

Pekan lalu Abbas bertemua dengan Syaik Khalid Meshaal di Kairo dan keduanya setuju dengan proses yang akan membuka jalan bagi Hamas supaya dapat bergabung dengan PLO dengan cara reformasi, yang saat ini PLO didominasi ole Fatah, yang akhirnya tertunda lama pemilu Palestina.

PM Ismail Haniyah meninggalkan Gaza pada hari Minggu dan mengunjungi Kairo sebelum terbang menuju Sudann.

Beberapa sumber mengatakan bahwa tujuan utama dalam perjanalan tersebut adalah untuk mencari bantuan dalam rekonstruksi di Gaza, yang diserang oleh Israel pada serangan besar 22 hari pada tiga tahun lalu.

Tur para pemimpin Hamas ini juga akan menuju Qatar, Turki, Tunisia dan Bahrain.

PM Ismail Haniyah memasuki Mesir melalui perbatasan Rafah, yang sebagian besar ditutup sejak Juni 2006 ketika Israel memberlakukan blokade di Gaza sesudah tentara Israel Gilad Shalit diculik dengan sangat memalukan. Yang akhirnya dibebaskannya Gilad Shalid oleh Hamas pada dua bulan lalu dengan kesepakatan pertukaran tawanan.

Blokade itu diperketat setahun kemudian ketika Hamas menguasai Gaza, dan mengusir Otoritas Palestina, Fatah yang didukung oleh Barat.

Kairo resmi membuka kembali penyeberangan Rafah dengan Gaza pada bulan Mei, lebih dari tiga bulan setelah mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak mengundurkan diri.(aa/suaranews)

Jika anda menyukai berita "PM Gaza, Ismail Haniyah Memenuhi Undangan Presiden Sudan, Omar al-Bashir di Khartoum" silahkan dikirimkan kepada teman-teman anda melalui beberapa situs jejaring dibawah ini

Posted by: Suaranews Admin on 09:06. Filed under . Anda Bisa mengikuti berita melalui feed ataupun berkomentar dengan cepat RSS 2.0

0 komentar for PM Gaza, Ismail Haniyah Memenuhi Undangan Presiden Sudan, Omar al-Bashir di Khartoum

Leave comment

Recent Entries

BERITA TOP

selintas