• Stay Connected
  • /

Sebarkan jika bermanfaat:


Tas Kulit M Joint Tembus Pasar Eropa dan Australia

tas lokal Indonesia kualitas luar negeri internasional Rico Yudhiasmoro Pengusaha Tas Kulit M Joint

Modal dan promosi bukan kunci sukses bisa menjual produk ke pasar internasional. Kuncinya justru pada kualitas barang. Ini yang ditekankan Rico Yudhiasmoro ketika memasarkan tas kulit selama 15 tahun merintis bisnisnya.
Modal lain adalah keuletan belajar. Rico membeberkan kisah sukses bisnis tas kulitnya saat ditemui dalam sebuah pameran di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, belum lama ini.

Masyarakat Indonesia boleh saja bergaya dengan barang-barang impor. Tas, baju, dan aksesori impor barangkali sudah akrab menjadi gaya hidup (life style).
Terutama, bagi konsumen wanita. Namun, jangan kaget jika berbagai barang berkelas internasional itu ternyata buatan dari Indonesia yang dipasarkan di sejumlah pusat perbelanjaan di luar negeri.

Saat pembukaan pameran “Gelar Sepatu, Kulit, dan Fashion Produksi Indonesia“ di Jakarta Convention Center (JCC), bulan lalu, Menteri Perindustrian MS Hidayat sempat mengatakan, sejumlah kerajinan Indonesia sudah dipasarkan di luar negeri.

“Jangan salah, beberapa merek tas kelas dunia juga berasal dari produk Indonesia,” katanya. Hidayat sempat menyebutkan sepatu buatan Jombang, Jawa Timur, telah melanglang buana kebeberapa negara, seperti di Eropa, dengan merek ternama.

Rico Yudhiasmoro termasuk di antara perajin Indonesia yang membawa produksi dalam negeri ke Eropa dan Australia. Meski tidak termasuk salah satu perajin yang tinggal di Jombang, ia juga sukses membangun usaha mulai dari bawah sehingga buatannya diminati pasar luar negeri. Kini, Rico bahkan ‘kewalahan’ memenuhi pesanan. Ia tak lagi bisa menerima order hingga November. “Full capacity,” ujar dia.

Pria kelahiran 22 Maret 1975 ini mengisahkan, sukses bisnis ini berawal dari ketidaktahuan tentang bisnis.

Lulusan D-3 Ekonomi dan Advertising Universitas Gadjah Mada ini bekerja sama dengan seorang perajin dari Yogyakarta pada 1997.

Rico melihat peluang bisnis di bidang ini terbuka lebar saat melihat banyak bahan baku kulit di Yogyakarta.
Sebagai kota pelajar, ketersediaan kulit lumayan banyak dan tenaga kerja cukup banyak. Lantas, muncul ide menjadikan bisnis kulit karena diprediksi akan berlangsung lama sehingga perlu dilakoni.

Apakah Rico memiliki kemampuan menjahit kulit menjadi tas atau dompet?
Ternyata tidak. Ia harus belajar bagaimana menjahit dompet dan tas. Ia mulai membuat sendiri barang-barang yang dijualnya. “Belajar, saya bahkan dulu nggak bisa menjahit,“ ujarnya.

Meskipun bahan baku kulit di Yogyakarta lumayan banyak, ia cukup tertantang dengan kualitas bahan baku yang tidak selalu bagus. Bahan baku yang berkualitas bagus justru banyak diekspor.
Ia memutar otak bagaimana agar dari bahan baku yang tidak begitu bagus bisa menghasilkan produk kulit yang berkualitas baik. Aha! Ini kuncinya. “Ya harus kreatif,“ jawabnya. Dari awal, ia belajar secara teknis dari sang perajin. Semula belajar membuat dompet, kemudian tas dan sarung tangan. Perlahan, konsumen tertarik hingga beberapa pesanan. Semua order pemesanan diterima. Bagi Rico, berbisnis harus mengedepankan realitas.

Artinya, apa pun pesanan yang ada, sebaiknya diterima untuk bisa mengurangi biaya produksi. Yang terpenting, cash flow bisa berjalan dengan baik. “Apa pun kita terima dulu, bahkan menjahit pun harus dilakukan,“ katanya.
Modal utamanya adalah keuletan belajar dan konsistensi menjaga kualitas. Produksi tas sekitar 2.500-3.000 buah per bulan, tapi jumlah itu bergantung pada desain. Sekitar 90 persen produk kulitnya berupa tas, sisanya dompet.

Produk buatannya semakin dikenal konsumen dari mulut ke mulut, dari relasi bisnis hingga pameran. Suatu waktu, Rico diajak Badan Pengembangan Ekspor Nasional pameran di Frankfurt, Jerman, pada 2007. Buyer banyak tertarik hingga produknya dibeli konsumen di Belanda. Berlanjut, konsumen dari Jepang dan Australia tertarik. Setiap bulan, Rico harus mengirimkan sekitar 3.500 tas ke Eropa dan Australia. Tas itu dijual dengan mitra dari Italia.

Sebanyak 80 persen dari total produksi dilepas ke Eropa, 15 persen ke Australia, dan hanya lima persen untuk pasar dalam negeri. Tas buatan Rico yang di Eropa mudah ditemui di etalase 450 toko dengan merek setempat.
Kalau di pasar domestik, itu pun bisa didapatkan di rumahnya di Desa Sendangtirto, Yogyakarta. “Kalau mau beli barang saya, adanya di Eropa, Australia, di rumah, dan pameran,“ ujar Rico.

Dia tak pernah mengandalkan promosi dalam menjalankan usahanya. Baginya, mempertahankan kualitas jauh lebih penting. Promosi bisa lakukan dengan mengikuti pemeran meski tidak berperan banyak. “Kalau barang kita bagus, orang juga tahu dengan sendirinya. Kalau barang kita jelek, tapi promosi besar-besaran, itu sama saja mempermalukan diri sendiri,“ ujarnya. “Seperti (bisnis) kuliner, orang kalau tahu rasanya enak, orang Jakarta juga rela ke Yogyakarta meski harus ke pelosokpelosok,“ tambahnya.

Hampir 15 tahun, usahanya kini berkembang dari semula hanya ada lima pekerja, kini sudah mencapai 100 pekerja. Dari semula dikerjakan di garasi rumah orang tuanya, kini sudah ada rumah sendiri sebagai `pabrik' tas kelas internasional.

Meski sudah di luar negeri, dia belum tertarik memasarkan produksi tas di mal-mal Indonesia. Kedepan, ia menginginkan bisa menjual produknya dengan merek sendiri. Selama hampir 15 tahun berbisnis, omzetnya miliaran rupiah per bulan.c23 ed: zaky al hamzah




Artikel Dan Berita Lainnya:



"Tas Kulit M Joint Tembus Pasar Eropa dan Australia"

Twit This!
Tas Kulit M Joint Tembus Pasar Eropa dan Australia Tas Kulit M Joint Tembus Pasar Eropa dan Australia dengan url http://www.suaranews.com/2012/06/tas-kulit-m-joint-tembus-pasar-eropa.html, Anda diperkenankan untuk menyebarkan jika Tas Kulit M Joint Tembus Pasar Eropa dan Australia ini bermanfaat bagi semua teman-teman, jangan lupa untuk meletakkan link Tas Kulit M Joint Tembus Pasar Eropa dan Australia sebagai sumbernya.

Posted by: Suaranews Admin on 11.27. Filed under . Anda Bisa mengikuti berita melalui feed ataupun berkomentar dengan cepat RSS 2.0

0 komentar for Tas Kulit M Joint Tembus Pasar Eropa dan Australia

Leave comment

tips kesehatan

Recent Entries

alt/text gambar gerai mueeza alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar

BERITA TOP

selintas