• Stay Connected
  • /

Sebarkan jika bermanfaat:


Kasus Migas... KPK Masih Periksa Yang "Kroco-kroco", Belum Berani Langsung "Dedengkotnya"

 jero wacik skk migas

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Divisi Komersial Gas di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Popi Ahmad Nafis, Selasa (10/9). "Popi diperiksa untuk tiga tersangka (Rudi Rubiandini, Deviardi dan Simon Tanjaya)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantor KPK, Selasa (10/9).

Popi sendiri sudah masuk dalam daftar cegah bepergian ke luar negeri oleh KPK sejak 15 Agustus lalu. Bersama Popi, turut dicegah Kepala Divisi Komersialisasi Minyak Bumi dan Kondensat, Agus Sapto Raharjo Moerdi Hartono, serta Kepala Divisi Operasi SKK Migas, Iwan Ratman. Ketiganya diduga memiliki peran dalam pengaturan tender dan pengadaan minyak di BPH Migas dulu.

Selain Popi, pada pemeriksaan ini, KPK juga akan memeriksa dua pegawai kantor pusat Pertamina, yaitu Bhimasakti, dan Isdiana Karma Putri.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, pemilik Kernell Oil Simon Tanjaya, dan pelatih golf Deviardi, sebagai tersangka dalam kasus ini.

Rudi dan Deviardi diduga telah menerima uang dari Simon sebesar US$ 400.000. Pemberian uang tersebut diduga terkait dengan kegiatan-kegiatan yang menjadi lingkup kewenangan SKK Migas.

Rudi dan Deviardi dijerat dengan pasal 12 huruf a dan b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-Undang No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. Sedangkan Simon diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 Undang-Undang No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Saat ini, Rudi dan Deviardi telah ditahan KPK di rumah tahanan Jakarta timur cabang KPK. Sementara Simon ditahan di rumah tahanan Guntur.

Sejak dua hari lalu, KPK telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi, yaitu kantor Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Sekjen Kemen ESDM), kantor Kernel Oil di SCBD dan kantor SKK Migas.

Dari hasil geledah, KPK mendapatkan barang bukti berupa dokumen, juga menemukan uang dalam tas hitam sebanyak US$ 200.000 di ruangan Sekjen Kementerian ESDM bernama Waryono Karno.

Di ruang kerja Rudi, penyidik mendapati uang US$ 2.000, Sing$ 60.000 dan kepingan emas seberat 180 gram.

Selain itu, dari deposit box Rudi di Bank Mandiri, KPK juga menemukan uang US$ 350.000. Seluruh uang tersebut kini dalam penyitaan KPK.

Sebelumnya, setelah peristiwa tangkap tangan, KPK juga menyita uang US$ 200.000 dan Sing$ 127.000 di rumah Rudi, dan US$ 90.000 di rumah pelatih golf, Deviardi (perantara suap ke Simon ke Rudi).

 

 

 

Sumber: beritasatu




Artikel Dan Berita Lainnya:



"Kasus Migas... KPK Masih Periksa Yang "Kroco-kroco", Belum Berani Langsung "Dedengkotnya""

Twit This!
Kasus Migas... KPK Masih Periksa Yang "Kroco-kroco", Belum Berani Langsung "Dedengkotnya" Kasus Migas... KPK Masih Periksa Yang "Kroco-kroco", Belum Berani Langsung "Dedengkotnya" dengan url http://www.suaranews.com/2013/09/kasus-migas-kpk-masih-periksa-yang.html, Anda diperkenankan untuk menyebarkan jika Kasus Migas... KPK Masih Periksa Yang "Kroco-kroco", Belum Berani Langsung "Dedengkotnya" ini bermanfaat bagi semua teman-teman, jangan lupa untuk meletakkan link Kasus Migas... KPK Masih Periksa Yang "Kroco-kroco", Belum Berani Langsung "Dedengkotnya" sebagai sumbernya.

Posted by: Suaranews Admin on 13:00. Filed under . Anda Bisa mengikuti berita melalui feed ataupun berkomentar dengan cepat RSS 2.0

0 comments for Kasus Migas... KPK Masih Periksa Yang "Kroco-kroco", Belum Berani Langsung "Dedengkotnya"

Leave comment

alt/text gambar >

Recent Entries

BERITA TOP

selintas